24 Maret 2011.
JAS HUJAN YANG TERBELAH DUA
Hari ini aku ada kuliah malam.
Menjelang jam pulang kantor 5.30 lewat langit di Kota Medan sudah mulai mendung, aku keluar dari ruanganku sebentar untuk melihat apakah hujan turun, ternyata benar, langti sudah gelap, dan titik hujan juga sudah mulai berjatuhan.
Seperti experiment ku beberapa minggu lalu mengenai hujan, aku coba lagi dengan mengangkat tanganku menengadah ke langit, dan berdoa agar Hujan tidak membasahiku dalam perjalanan meninggalkan kantor menuju Kampus, kebetulan aku kuliha malam jam 18.00 s/d selesai.
sebenarnya aku punya jas hujan, tapi kali ini aku mau berpetualang dengan kuasa doa dan iman menahan hujan. aku pun mulai berdoa dan bergumam seolah berbicara pada hujan dan Tuhan. ( Tuhan Engkau tau sore hari ini aku ada kuliah, dan langit Mu sudah Gelap, dan titik hujan Mu juga sudah berjatuhan.Ijinkanlah Hujan Mu berhenti disetiap jalan yang aku lintasi agar aku tiba dengan tidak basah di kampus. Lalu aku bercakap lagi dengan Hujan, Hujan, aku tau sudah waktu mu harus turun saat ini, tapi mengertilah sore ini aku ada kuliah, atas ijin dan kuasa Nama Yesus, jangan lah basahi aku, dan jangan turun ditempat yang aku lalui agar aku tiba dikampus dengan tidak basah kuyup.
Menakjubkan, hanya kira kira satu Menit Langit yang gelap berubah cerah, dan hujan yang sudah menetes berhenti.
Melihat doa ku terjawab aku langsung segera berbenah untuk meninggalkan kantor, Sepeda motorku ku kebut, dan baru sekitar beberapa kali genjotan Gas laju Motorku, jalan yang kulewati sudah tergenang air, artinya ditempat itu baru saja Hujan yang deras turun (tidak jauh dari kantorku)
perjalanan aku teruskan dan benar disepanjang jalan yang kulewati sudah mulai ditutupi air, dan yang tersisa saat ini hanya rintik gerimis halus bukan titik hujan yang lebat.
tapi dalam perjalanan aku merasakurang nyaman dengan gerimis tsb, karena aku mulai ragu bahwa Hujanya berhenti karena doa ku. lalu aku berhenti sebentar mengenakan jas hujanku. ternyata dijalanan yang kulalui berikutnya gerimisnya sudah tidak ada lagi, tapi jalanan masih basah akibat hujan yang baru reda.
akhirnya aku tiba dikampus. beberapa saat setelah berada didalam kelas, tiba tiba aku mendengar suara gemuruh dan hujan yang sangat deras pun turun.
aku mulai lagi berdoa ,Tuhan nanti setelah kelas usai agar hujan Mu berhenti ya hingga aku tiba di rumah" AMEN.
Jam 10.00 malam Singkat cerita kelaspun usai, hujannya benar benar reda, tapi saat mendekati motor, aku mulai hawatir "Jangan jangan nanti dijalan hujan lagi, gerimis lagi" mungkin saja hujan berhenti bukan karena doa ku, tapi kebetulan" lalu aku mengambil jas hujan dan mengenakannya.
Jas hujan sudah kupakai denga mantap, dan kalaupun jawaban doa ku tidak terkabul aku bisa aman dari hujan, demikian gumamku karena aku ragu hujan berhenti karena doaku.
disepanjang jalan yang kulalui, masih sama seperti tadi sore, jalanan basah percis seprti baru dibasahi hujan yang sangat deras.
hingga aku tiba dirumah, saudaraku menertawaiku, kenapa pakai jas hujan padahal tidak ada hujan? katanya. lalu dia makin tertawa melihat ku, aku bertanya kenapa menertawaiku? dia menunjukkan jas hujan yang kupakai ternyata sudah tidak utuhlagi, aku kaget melihat jas hujan itu terbelah dua dari bagian kepala sampai kebawah, terbelah dengan sama rata.
sesaat aku termenung, memikirikan apakah tersangkut atau terkena angin sehingga robek?
Malam saat akan tidur aku masih merenungkannya, dan seusai berdoa malam aku seolah mendapat pesan. Kalau masih ragu jangan imankan, tapi kalau sudah kamu imankan jangan pernah diragukan.!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar