DiBerkati Tuhan
By Riva in Berkat
Apr 5
“Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati Tuhan. Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.“Kejadian 26:12-13
Tanah dimana Ishak menabur adalah tempat yang bukan merupakan milik Ishak sendiri. Tingkat pelipatgandaan dari hasil yang diperoleh pada jaman itu juga bervariasi, mulai dari tiga puluh, enam puluh sampai seratus kali lipat. Hasil enam puluh kali lipat adalah hasil yang sangat bagus dan biasa terjadi pada masa itu. Tetapi hasil seratus kali lipat merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Hanya beberapa tempat saja yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, yang dapat menghasilkan seratus kali lipat. Walaupun di tengah masa kelaparan, Ishak tetap menabur. Dan Ishak diberkati oleh Tuhan.
Apa kunci keberhasilan dari Ishak?
1. KEJADIAN 26:2a “…Janganlah pergi ke Mesir”
Walau sedang mengalami masa kelaparan, Tuhan tetap melarang Ishak pergi ke Mesir. Mesir berbicara mengenai hal-hal duniawi (Gal 5:19-21). Jangan sekali-kali kembali ke kebiasaan lama walau sedang berada di tengah-tengah masalah.
“…semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.“ Fil 4:8
2. KEJADIAN 26:3 “Tinggallah di negeri ini sebagai orang asing…”
Ishak tidak meninggalkan tanah Gerar, walau di tempat tersebut sedang terjadi kelaparan.
Gerar berarti lingkaran. Jika kita berada dalam suatu lingkaran masalah, dimana kita tidak dapat berbuat banyak lagi untuk mengatasinya, jangan tinggalkan Gerar, jangan lari dari masalah.
Tetap tinggal di Gerar, hadapi masalah tersebut.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” I Kor 10:13
3. KEJADIAN 26:6 “Jadi tinggallah Ishak di Gerar”
Sama seperti Abraham yang taat kepada Firman Allah, demikian juga Ishak melakukan hal yang sama. Dan pada akhirnya Ishakpun diberkati oleh Tuhan.
“Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.“ Gal 4:28
Taat pada firmanNya maka Ia akan bertindak (Maz 37:3-5)
Tuhan menjanjikan berkat seratus kali lipat. Berkat yang dimaksudkan adalah: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.“ I Kor 2:9
Tinggalkan kebiasaan-kebiasaan lama. Hiduplah di dalam Kristus. Jangan lari dari masalah. Hadapi masalah yang ada. Taat dan percaya pada firmanNya. Pegang janjiNya. Nantikan Tuhan.
Taburan Firman Tuhan
KEBAKTIAN MINGGU PAGI
13 April 2008
Pembicara : Pdt. Agus Purwantoro
4 HAL ABRAHAM DIBERKATI TUHAN
Ayat bacaan: Kejadian 22:1-5
PENDAHULUAN
Kisah perjalananan kehidupan Abraham sampai masa tua diberkati Tuhan. Tuhan berjanji: “ Sampai masa tuamu aku tetap Dia, dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus. Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu “ (Yesaya 46:4).
Firman Allah berkata: “Orang beriman didalam Kristus Yesus, itulah anak anak Abraham. Mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama sama dengan Abraham”. Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
4 hal dari Abraham, sehingga Allah memberkati.
MENDENGAR MENGERTI FIRMAN TUHAN
Abraham mendengar dan mengerti Firman Tuhan. Dibuktikan dengan perkataannya: “Ya, Tuhan”(ayat 1). Juga dari tindak tanduknya melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan. Keesokan harinya pagi pagi bangunlah Abraham, mempersiapkan semua yanjg diperintahkan Tuhan, berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
Seringkali kita mendengar firman Allah, tidak mengerti, apalagi melakukannya. Dalam perumpamaan penabur benih firman Tuhan yang tertabur, tidak akan tumbuh bilamana tidak mengerti. Mengerti firman Tuhan itu tidak membiarkan benih itu terbuang disembarang tempat (di pinggir jalan, tanah yang berbatu, ditengah semak duri, tidak ditanah yang baik) (Matius 13:1-23). Yang diinginkan Allah, firman Allah tertabur ditanah yang baik. Orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti dann karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat (ay.23).
Firman Allah berkuasa, nomor satu pikiran kita harus ditaklukkan.
ALLAH MINTA LEBIH DULU YANG TERBAIK
Sebelum Allah memberkati Abraham, Allah minta lebih dulu kepunyaan Abraham yang terbaik, dan ia taat. Firman Tuhan:”Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, persembahkan sebagai korban bakaran “ (Kejadian 22:2). Abraham tidak berkata jangan, tidak mengeluh atau berbantah dengan Tuhan. “Ya Tuhan”.
Yesus telah memberikan yang terbaik dari kehidupannya, untuk menebus manusia yang berdosa. DarahNya! PenderitaanNya! BilurNya untuk menyembuhkan kita. Yesus juga menawarkan pengabulan doa2 kita. Dia memberikan semua yang kita minta dan doakan! (Matius 7:7-11). Sebagai Bapa yang baik memberikan yang terbaik untuk anak anakNya.
BEKERJA SAMA DENGAN TUHAN
Allah memberi dan memberkati kita yang terbaik, akan tetapi Tuhan minta kita juga bekerja memenuhi pimpinan ^Tuhan. Kita harus bekerja dengan rajin.
VISI DAN TUJUAN KEDEPAN
Pada hari ke tiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatan kepadanya tempat itu dari jauh. Ia berkata: “ Aku beserta anak ini akan pergi kesana (ay.4,5). Abraham mempunyai visi dan tujuan kedepan. Karena iman Abraham berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. Abraham terus maju.
Visi rasul Paulus: “ Yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu. Kristus dengan nyata dimuliakan didalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Aku didesak dari dua pihak, aku ingin pergi dan diam bersama sama dengan Kristus, itu memang jauh lebih baik (Pilipi 1:20-23).
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12: 2). Memandang ke depan.
Istri Lut tidak mempunyai visi dan tujuan kedepan. Ia menoleh ke belakan, tidak kedepan, lalu binasa menjadi tiang garam (Kejadian 19:26).
PENUTUP
Abraham mempunyai perkataan iman yang positip. Ia berkata:” Kami akan pergi kesana. Kami akan sembayang, sesudah itu kami akan kembali kepadamu “ (Kejadian 22:5).
Ada banyak ujian dan pencobaan orang percaya, tak ada habis2nya. Tuhan berjanji : “ Pencobaan pencobaan yang kamu alami, ialah pencobaan pencobaan yang biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Allah setia, tidak akan membiarkan dicobai melampui kekuatan kita. Ia akan memberikan jalan keluar “ (1 Korintus 10:13).
Perwira di Kapernaum mempunyai perkataan iman yang positip (Matius 8:5-12).
Elia bekerja sama dengan Tuhan, api turun dari Surga. Bagai mana api Roh Kudus bias turun di tengah kita?. Yang dilihat bukan kenabian Elia, akan tetapi mendengar, mengerti, melakukan, memberikan apa yang terbaik kepada Tuhan, mempunyai visi ke depan, bekerja giat bersama Tuhan dan mempunyai perkataan iman yang positip. Amin.
Rangkuman bebas dbh
SMS AYAT DBH
HAMBA TUHAN ATAU TEKANAN HIDUP. “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan Allahmu dgn sukacita dan gembira hati, walaupun kelimpahan akan segala galanya. Engkau akan menjadi hamba kepada musuh (=tekanan hidup”). Ulangan 28:47-48
Persepuluhan Mendatangkan Berkat
PENDAHULUAN
Dalam salah satu pertemuan hamba-hamba Tuhan, seorang gembala sidang menceritakan tentang gerejanya yang saat itu sedang maju dengan pesatnya.
Pendiri gereja itu adalah seorang pendeta senior yang bernama Pdt. Tan Hok Cuan. Awal perjalanan gereja itu terasa berat dan tidak banyak yang bisa mereka lakukan. Pada suatu hari Pdt. Tan Hok Cuan bermimpi. Di dalam mimpinya dia berbincang-bincang dengan Tuhan Yesus. Sementara dia berbincang-bincang, dari arah yang berlawanan ada satu orang yang berjalan mendekati mereka. Yesus menoleh melihat orang itu dan menggelengkan kepala. Bajunya yang compang-camping menunjukkan dia orang yang sangat menderita dan miskin. Tuhan Yesus bertanya kepadanya, "Ketika engkau di dunia dimana gerejamu?" Orang itu menjawab, "Gereja saya ada di Isa Almasih." Yesus bertanya lagi, "Siapa pendetamu?" Orang itu menunjuk pada Tan Hok Cuan dan berkata, "Itu pendetaku."
Tuhan Yesus mengalihkan pandanganNya pada Tan Hok Cuan dan memarai dia. Tuhan Yesus menegurnya, "Aku mempercayakan jemaatKu untuk kau gembalakan. Mengapa jemaatku jadi menderita dan miskin seperti ini? Itu adalah tanggung jawabmu. Mengapa engkau tidak mengajar mereka bagaimana hidup dalam anugerah dan berkat Tuhan?" Ketika sedang dimarahi, tiba-tiba Pdt. Tan Hok Cuan terbangun dari tidurnya. Setelah terbangun dia mulai sadar kalau selama ini dia tidak mengajar bagaimana jemaat bisa hidup dalam anugerah, tentang bagaimana menabur supaya akhirnya bisa menuai. Juga tentang persepuluhan sehinga jemaat tidak bisa dibukakan tingkap langit dan berkat dicurahkan sampai melimpah. Dia mulai sadar dan mulai mengajarkan kepada jemaat supaya jemaat hidup bagaimana caranya bisa hidup dalam anugerah Tuhan. Ketika Firman Tuhan diajarkan, banyak jemaat mulai mengerti dan percaya. Mereka mulai mengembalikan persepuluhan dan menabur sehingga banyak jemaat akhirnya menuai dan diberkati Tuhan. Karena jemaat diberkati, mereka juga mulai banyak memberi untuk pekerjaan Tuhan sehingga gereja juga diberkati, :Sejak saat itu." kata gembala sidang tersebut, "Gereja bisa melakukan banyak pelayanan sehingga gereja bertumbuh dan banyak jiwa bisa diselematkan." Kita bisa lihat saat ini gereja Isa Almasih berkembang sampai ke seluruh Indonesia.
Ketika mendengar kesaksian ini, saya merasa ditegur oleh Tuhan. Tuhan berkata "Engkau juga sama seperti Tan Hok Cuan, engkau pendeta yang tidak berani mengajar tentang keuangan. Engkau egois, supaya tidak dianggap sebagai pendeta yang mata duitan, pendeta suka berkhotban tentang uang. Engkau sedang melinduni dirimu sendiri supaya dianggap sebagai pendeta yang baik, padahal jemaat sedag menderita dan kekurangan." Tuhan berkata kalau saya tidak mengajar tentang keuangan, bagaimana jemaat bisa diberkati oleh Tuhan karena menabur dan menuai, karena mengembalikan perepuluhan sehingga merasakan tingkap-tingkap langit dibukakan dan berkat Tuhan dicurahkan dalam hidup mereka. Tuhan ingin saya melakukan apa yang diajarkan Firman Tuhan, mengajarkannya pada jemaat supaya mengerti dan melakukannya sehingga jemaat dan gereja pun diberkati.
Untuk itu penting sekali kita belajar tentang perepuluhan. Ketika kita mengembalikan persepuluhan bukan nilai uangnya yang menjadi masalah atau membuat pendeta bertambah kaya, tapi ketaatan kita pada Firman Tuhan. Allah kita adalah Allah yang kaya yang memiliki seluruh dunia ini, bahkan Dia yang memberikan apa yang ada pada kita saat ini. Dengan memberikan persepuluhan, kita sedang melakukan ketetapan Tuhan sehingga Tuhan akan memenuhi janjiNya untuk mencurahkan berkat dalam hidup kita sampai berkelimpahan
BAB 1
Tuhan memulihkan umatNya
A. Pemulihan yang dilakukan Tuhan
Dalam Hagai 1 diceitakan pada saat itu bangsa Israel sedang berada dalam keadaan yang menderita. Mereka hidup di dala mkesedihan ,sakit penyakit dan kemiskinan. Dalam keadaan seperti itu mereka berseru kepada Tuhan untuk minta pertolongan dan kasih karunia Tuhan. Tuhan menyuruh mereka untuk membangun bait Allah dan mereka melakukannya kemudian Tuhan berjanji bahwa berkat akan dicurahkan sampai melimpah dalam hidup mereka. Setelah bait Allah selesai dibangun, Firman Allah mulai diajarkan kembali engan baik. Setiap bagian Firman Tuhan mulai diajarkan kembali supaya mereka mengerti seperti apa petunjuk Tuhan sehingga umat Allah melakukannya dan mengalami pemulihan. Di kitab Maleakhi ada beberapa pemulihan yang diajarkan Tuhan. Yang pertama adalah bagaimana motivasi dan pelayanan imam-imam harus dipulihkan supaya terjadi pemulihan didalam bangsa itu. Yang kedua adalah pemulihan keluarga. Rumah angga harus dibangun sesuai dengan Firman Tuhan supaya rumah tangga dipulihkan. Bila rumah tangga tidak dipulihkan maka kasih karunia Allah tidak bisa datang dalam hidup mereka. Sedangkan yang ketiga adalah pemulihan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus. Persepuluhan dan persembahan khusus harus diajarkan supaya umat Allah megalami pemuluha dan mendapat kasih karunia dari Allah, bisa keluar dari keterpurukan, penderitaan dan segala kutuk yang menekan mereka.
b. kasih Tuhan tidak berubah atas kita
Tuhan sedang menyampaikan kepada umatNya bahwa Tuhan tidak pernah berubah dan kasihNya tetap bagi kita. Dia tetap mengasihi dan memberkati kita, apapun keadaan kita, sekalipun kita berbuat yang tidak baik maupun dalam keadaan terpuuruk. Tuhan ingin bani Yakub atau bani Israel, yang berbicara tentang kita juga, tetap ada dan menjadi bangsa yang luar biasa. Jadi di ayat 6 ini kita diingatkan terlebih dahulu bahwa kasih Allah tidak berubah. Allah selamnya sama. Dulu Dia mengasihi dan pernah menoong kita, maka sekarang bahkan untuk masa depan kita, kasih dan rencana Allah yang luar biasa tetap tersedia bagi kita. Kemudian di ayat 7 dijelaskan tetang banyak hal. Yang pertama, "Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya...." (ayat 7a). Di ayat ini Tuhan sedang mengingatkan apa yang sebenernya telah membuat mereka menderita. Kasih Allah tidak berubahm tapi Firman Tuhan tidak dilakukan lagi. Itu yang menyebabkan mereka tidak bisa menerima anugerah dan mengalami rencana Allah. Segala sesuatu yang sebenernya sudah disediakan Allah bagi mereka.
Hal itu juga yang membuat kita kadang-kaang tidak bisa mengalami berkat dan mujizat Tuhan secara nyata. Tuhan ingin melakukan mujizat, melindungi, danmemberkati, tapi kitalah yang sering berubah. Kita menderita karena kita tidak taat melakukan Firman Tuhan dan menyimpang dari ketetapan Tuhan. Kita tahu bahwa kita diperintah untuk memanggil Allah itu Bapa. Allah adalah orang tua, sedangkan kita adalah anak-anakNya. Setiap orang tua pasti memiliki aturan tertentu yang harus dilaksanakan oleh anak-anaknya dengan tujuan supaya mereka mengalami anugerah dan memiliki masa depan yang cerah. Segala perintah yan gdiberikan orang tua kepada anaknya adalah untuk kebaikan mereka. Tapi tergantung pada anak itu, kalau anak itu tidak percaya pada orang tuanya, terus melanggar nasihat orang tuanya, maka hidupnya tidak terarah dan kacau. Sedangkan kalau anak itu mau percaya dan taat pada orang tua, maka perjalanannya akan terarah dan sampai pada apa yang diinginkan orang tuanya yaitu kebaikan bagi mereka.
Demikian juga dengan Allah yang adalah Bapa kita. Tuhan memberikan FirmanNya supaya kita mengalami kebaikan yang udah dipersiapkan bagi ktia.
Alkitab menceritakan tetang Adan dan Hawa yang ditempatkan di Taman Eden yan gsubur dan makmur. Allah sangat mengasihi mereka, tapi mengapa mereka hidup menderita ?? Bukan karena kasih Allah yang berubah, tapi kita yang brubah dengan melanggar ketetapan Allah. Itulah yang membuat penderitaan datang mengubah hidup kita dari keadaan yang penuh anugerah Allah menuju keadaan yang penuh dengan kesengsaraan
FIRMAN TUHAN:
BalasHapusPelajari & pahamilah dgn bnr apa yg diinginkan oleh Tuhan untuk kita lakukan & dan lakukanlah semuannya itu dgn baik seperti yg IA kehendaki' dan mungkin kamu bertanya lalu saya dapat apa setelah mengikuti kehendak Tuhan? Kamu dapat apa yang TUHAN MILIKI!!! MATIUS 6:33 TETAPI CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH & KEBENARANNYA MAKA SEMUANNYA ITU DITAMBAHKAN KEPADAMU, dan TUHAN jg sdh berjanji bahwa UMAT YG HIDUP BERJALAN DALAM PERJANJIANYA AKAN TERUS BERADA DIATAS MENJADI KEPALA& BUKAN EKOR UNTUK TETAP NAIK DAN BUKAN TURUN.